Melawan Insecure Pada Diri Sendiri

Melawan Insecure Pada Diri Sendiri

Hai Kamu, tulisan ini masuk dalam segmen Catatan Konstan (COS). Seringkali kita mendengar kata insecure yang bertebaran dimedia sosial. Banyak juga yang mengaku sedang insecure meskipun belum mengetahui makna insecure sebenarnya. Lantas apa itu insecure? apa penyebab insecure? dan bagaimana kita melawan rasa insecure?

Apa Itu Insecure?

Insecure atau insecurity merupakan keadaan dimana seseorang merasa tidak percaya diri, tidak aman, gelisah, dan takut. Perasaan insecure seringkali datang tiba-tiba, entah karena melihat orang lain yang lebih good looking, lebih langsing, lebih putih, atau apapun yang membuat kita merasa tidak tergolong dalam standar yang ideal.

Apa Penyebab Insecure?

Mengapa insecure bisa muncul? Itu merupakan pertanyaan yang sering ada dibenak kita. Pada dasarnya, perasaan insecure memiliki penyebab yang berbeda pada masing-masing individu.

Tidak ada penyebab yang pasti mengapa insecure bisa muncul, tetapi beberapa faktor dapat menjadi penyebab. Berikut beberapa faktor penyebab munculnya insecure:

A. Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Theodore Roosevelt mengatakan bahwa Comparison is a thief of joy. Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, kita akan melihat kelebihan orang lain yang tidak kita miliki. Hal ini menjadikan kita insecure dan menurunkan tingkat kepercayaan diri kita.

Jadi berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain, karena Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing 😇. Tunjukkan bahwa kamu bisa berkarya dan berguna bagi banyak orang meskipun kelebihanmu berbeda dengan orang lain.

B. Melihat Masa Lalu

Tak bisa dipungkiri, setiap orang pasti memiliki masa lalu, terlebih masa lalu yang kelam dan membuat kamu merasa tak layak untuk hadir didunia. Tapi ingat, masa depanmu tak ditentukan oleh apa yang telah kamu lakukan kemarin, namun masa depan ditentukan oleh apa yang kamu lakukan hari ini.

Apa yang sudah terjadi, biarkanlah terjadi. Tatap masa depanmu dengan berani, jangan sampai masa lalu menggambarkan siapa dirimu sekarang. Banggalah karena kamu bisa bertahan!

C. Berlebihan Dalam Bersosial Media

Sosial media adalah tempat pelarian kita ketika sedang jenuh dan badmood. Meskipun banyak inspirasi yang bisa kita dapatkan, namun bila berlebihan dalam bersosial media akan menimbulkan rasa insecure. Mengapa demikian?

Rasa iri dan dengki seringkali muncul lantaran kita menginginkan apa yang orang lain miliki, merasa tidak cukup dan endingnya pasti membandingkan dirimu dengan orang lain. Jadi bersyukurlah atas apa yang kamu miliki sekarang, pergunakan waktumu untuk berkarya dan jangan berlebihan dalam bersosial media.

D. Overthinking 

Overthinking atau memikirkan sesuatu secara berlebihan tak baik untuk kesehatan. Selain itu, overthinking juga akan menimbulkan rasa insecure. Karena kerap kali ketika overthinking, kamu akan menyalahkan dan membandingkan dirimu. Jadi mulai sekarang kurang overthinkingmu dan perbanyak positif thinking.

E. Ucapan Negatif Orang Lain

Kita tak bisa mengendalikan ucapan orang lain. Namun, kamu bisa menyaring dari ucapan siapa yang bisa kita percaya. Bila ada seseorang yang mengucapkan hal-hal yang negatif mengenai dirimu, jangan simpan ucapan tersebut dalam hati.

Ingat! Identitasmu tak ditentukan dari apa yang orang lain ucapkan. Carilah lingkungan pertemanan yang bisa menerima dirimu apa adanya, yang bisa memberikan dukungan dan percaya akan kemampuan yang kamu miliki.

F. Bayangan Kegagalan

Takut akan kegagalan dan penolakan menjadi salah satu penyebab datangnya rasa insecure. Padahal dalam hidup kita dituntut untuk mengambil risiko. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kegagalan daripada keberhasilan. Yakinlah kamu bisa!

G. Terlalu Perfeksionis

Tanpa kita sadari, kita memiliki standar yang terlalu tinggi untuk semua yang kita lakukan. Mungkin kamu menginginkan nilai tertinggi, posisi terbaik, hunian yang indah, atau pasangan yang pengertian. Namun hidup tak selalu seperti yang kita bayangkan, bahkan ketika kita sudah bekerja dengan ekstra keras.

Jika kamu terus menyalahkan diri dan enggan membuka diri untuk berubah karena sesuatu yang kurang sempurna, kamu akan dihantui oleh perasaan insecure. Jadi lakukanlah semampumu, dan percaya akan kemampuanmu!

H. Korban Bullying

Pada masa kecil, mungkin kita tidak sadar pernah menjadi sasaran bullying oleh teman kita. Entah karena pekerjaan orangtua, pakaian yang kita kenakan, perbedaan ras, agama, atau entis.

Korban bullying lebih rentan merasa insecure. Dalam jangka yang panjang, mereka akan mengalami kesulitan dalam lingkup pertemanan. Jadi, stop bullying mulai sekarang! meskipun dampak bullying belum terasa, tapi akan menimbulkan trauma pada korban bullying.

I. Pola Asuh Yang Salah

Orangtua yang terlalu kritis, terlalu menuntut, lalai, dan kasar dapat menjadi penyebab munculnya perasaan insecure. Utamanya pada keluarga yang memiliki jumlah anak yang banyak atau orangtua yang tak dapat meluangkan waktu karena sibuk bekerja.

Alhasil, antara anak dan orangtua sering terjadi ketidakcocokan. Hal ini lantaran sifat hingga ambisi orangtua berbeda dengan keinginan anak. Hal tersebutlah yang memicu rasa insecure pada anak.

J. Kecemasan Sosial

Banyak orang kurang percaya diri dalam situasi sosial seperti pertemuan keluarga, arisan, hingga kencan. Hal ini karena takut akan komentar orang lain mengenai dirimu. Akibatnya kamu akan menghindari situasi sosial dan menimbulkan perasaan insecure.

Bagaimana Melawan Rasa Insecure Pada Diri Sendiri?

Rasa insecure yang muncul adalah manusiawi dan dapat dirasakan oleh siapa pun, hanya saja jika terlalu sering dan berlebihan akan memberikan dampak negatif. Selain stress, perasaan insecure yang tidak kunjung diatasi akan membuat keraguan ketika mengambil sebuah langkah.

Mungkin rasa insecure akan datang kembali dikemudian hari dan tidak menghilang sepenuhnya, akan tetapi tak ada salahnya untuk melawan dan menghilangkan rasa insecure yang muncul pada diri sendiri, jangan sampai kamu terlena dan membuat hidupmu dihantui oleh rasa insecure.

A. Berhenti Menyalahkan Dirimu

Menyalahkan dirimu tak akan mengubah peristiwa yang telah berlalu. Sadarlah bahwa kamu bukan satu-satunya orang yang melakukan kesalahan, semua orang pasti pernah mengalami hal yang serupa.

Catatlah pikiran-pikiran negatif dan ketakutan yang kamu rasakan, lalu amati dan carilah solusi apa yang bisa kamu lakukan agar kesalahan serupa tak terulang lagi.

B. Lakukan Hal Yang Kamu Gemari

Jalan-jalan bersama pasangan, mengisi waktu luang dengan teman, atau mencoba hal yang baru akan mengurangi beban pikiranmu. Jangan pernah biarkan pikiran negatif mengambil alih hidupmu. Tapi selalu ingat untuk beristirahat ketika sudah merasa lelah, minimal dengan rebahan.

Cobalah untuk lebih fokus pada sesuatu yang bisa membuatmu bahagia dan melupakan rasa insecure. Selain dapat menenangkan pikiran, kamu bisa saja menemukan bakat terpendam ketika mengeksplor hal-hal baru. Never try, never know!

C. Tulis Kata Positif Di Bukumu

Kata-kata positif dibutuhkan untuk melawan rasa insecure. Salah satu cara ampuh yang bisa kamu coba adalah membaca kata-kata positif yang ada dibukumu dengan lantang atau mengulangi terus kata-kata itu dalam hati. Seperti “Aku bisa. Aku bangga dengan diriku. Aku kuat.”

D. Berteman Dengan Orang Yang Suportif

Carilah teman yang bisa mendukung dan menerima dirimu apa adanya. Teman yang ada ketika kamu sedang terpuruk. Saat kamu mulai insecure, mintalah dukungan dan masukan yang membangun serta mintalah mereka untuk mengingatkanmu akan hal yang positif.

E. Kurangi Bersosial Media

Sosial media adalah salah satu penyebab munculnya rasa insecure. Dengan mengurangi penggunaan sosial media, kamu tak lagi fokus dan membandingkan dirimu dengan kehidupan orang lain.

F. Lupakan Masa Lalu

Berhenti melihat masa lalu. Menengok kebelakang tak akan membantumu menjadi lebih baik jika hanya bisa menyesal dan menyalahkan diri sendiri. Ambillah hikmah dari masa lalu, namun jangan sampai masa lalu membuatmu merasa insecure.

G. Bersyukur Kepada Tuhan

Cobalah untuk mendekatkan diri pada Tuhan, berterima kasih atas karunia yang telah diberikan. Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain karena Tuhan telah mengatur sesuai porsi hambanya. Meskipun insecure tak selalu berhubungan dengan kurangnya bersyukur, tapi tak ada salahnya untuk mencurahkan isi hati kepada Tuhan.

H. Jadilah Dirimu Sendiri

Jangan mencoba untuk meniru dan memaksa diri mengikuti standar orang lain. Jadilah dirimu sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki. Kamu tak perlu menjadi pusat perhatian, namun yakinkan orang lain bahwa kamu pantas untuk diterima.

I. Temukan Kelebihanmu

Terkadang kita hanya fokus dengan kekurangan yang kita miliki, hingga menimbulkan rasa insecure. Cobalah untuk melihat kelebihan yang selama ini kamu anggap biasa. Menjadi pendengar yang baik juga merupakan suatu kelebihan loh! Jadi mulai sekarang temukan satu kelebihanmu dan fokuskan pada kelebihan itu.

J. Mintalah Pendapat Orang Lain

Cara terakhir untuk melawan rasa insecure adalah meminta pendapat orang lain. Tak ada salahnya untuk meminta pendapat orang lain. Walaupun kamu berpikir bahwa insecure adalah masalah yang biasa, namun jika rasa insecure berlebihan meminta pendapat orang lain akan mengurangi beban yang ada. Kesehatan mental juga penting!

Penutup

Rasa insecure memang wajar terjadi, namun jika rasa insecure yang berlebihan akan memengaruhi kehidupanmu. Jadi ayo kita lawan insecure yang ada pada diri kita! Karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. ADIOS!!!

0 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *