Jelang Lebaran, Omzet Penjual Baju di Sidoarjo Meningkat

SIDOARJO, suaramerdeka.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H (27/4), jumlah pembeli di Pasar Prambon, Sidoarjo terpantau mulai meningkat dari hari-hari biasanya. Masyarakat terlihat sudah mulai memadati pasar pada akhir Bulan Ramadhan untuk mencari berbagai kebutuhan yang akan digunakan dalam menyambut lebaran. Di toko pakaian misalnya, para pengunjung terpantau mulai memadati toko penjual busana muslim. Memperhatikan ramainya situasi tersebut, maka tidak mengherankan apabila beberapa pengunjung memilih untuk datang lebih awal ke Pasar Prambon demi mendapat barang yang mereka butuhkan saat lebaran, khususnya pakaian.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat menjelang hari raya, para pedagang pun memprediksi adanya peningkatan omzet, khususnya di akhir pekan atau hari libur. Hal ini tentunya menjadi kesempatan baik bagi pedagang, khususnya pedagang penyedia kebutuhan lebaran mengingat omzet mereka selama pandemi kemarin yang sempat mengalami penurunan. Berdasarkan pantauan kami, terbukti puncak peningkatan jumlah pembeli terjadi pada saat sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Berbagai kios penjual barang kebutuhan lebaran, seperti kios pakaian di Pasar Prambon pun terlihat semakin padat.

Dalam kesempatan kali ini, tim suaramerdeka.com berkesempatan untuk mewawancarai salah satu pedagang pakaian di Pasar Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Khuluqun Nazidah atau yang kerap disapa Bu Ida. Beliau menyampaikan bahwa saat menjelang lebaran, dirinya lebih fokus menjual pakaian muslim, seperti gamis, koko, sarung, dan mukena. Beliau juga mengatakan bahwa omzet yang didapatkan dari hasil penjualan menjelang lebaran itu menjadi meningkat dibandingkan hari-hari biasanya. Bu Ida sendiri memilih untuk fokus berjualan pakaian daripada mudik atau menjual barang lainnya karena omzet penjualan pakaian menjelang lebaran ini dinilai lebih menguntungkan.

“Omzet menjelang lebaran lebih meningkat (dibanding) sebelum puasa atau hari biasanya,” ujar Bu Ida

Peningkatan omzet Bu Ida ini tidak luput dari tingginya animo masyarakat untuk membeli pakaian baru saat menjelang lebaran. Mengetahui kebiasaan masyarakat untuk membeli pakaian muslim menjelang lebaran, maka secara otomatis pedagang tidak hanya memiliki peluang peningkatan omzet saja, tetapi juga tantangan baru. Tantangan pun tidak hanya muncul dari penjualan, tetapi juga ketahanan fisiknya. Bu Ida mengakui bahwa dengan meningkatnya jumlah pembeli yang datang, ia pun merasa lelah karena harus siap melayani seluruh pembeli tersebut.

“Dengan pembeli yang banyak, Saya merasa lelah,” kata Bu Ida.

Fenomena peningkatan omzet di Pasar Prambon diketahui telah terjadi sejak tanggal 21–22 April atau 10 hari sebelum lebaran. Berdasarkan hasil wawancara kami dengan Bu Ida, diketahui bahwa menjelang lebaran, pengunjung yang datang ke tokonya bisa mencapai 20 orang atau lebih. Dengan banyaknya pembeli, kondisi keuangan tokonya pun dirasa menjadi lebih baik dibandingkan saat pandemi atau hari biasanya. Pihak yang menunjang peningkatan omzet toko tersebut kebanyakan berasal dari ibu-ibu dan anak-anak. Strategi yang digunakan Bu Ida pada kesempatan ini adalah dengan menjual pakaian yang sedang tren untuk menarik pembeli. Maka dengan ini, harapannya masyarakat dapat tertarik untuk membeli pakaian di sana.

“Sekitar 20 orang atau lebih hadir ke toko per harinya. Kondisi tersebut terjadi sejak 10 hari sebelum lebaran,” tambah Bu Ida.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.