Caramu Menghakimi Adalah Cerminan Diri

Hai Kamu, tulisan ini masuk dalam segmen Catatan Konstan (COS). Menghakimi seseorang sangatlah mudah bagimu, tak perlu berpikir panjang Kamu langsung mengambil kesimpulan atas apa yang Kamu lihat, padahal kebenaran yang ada terkadang berbeda. Tak jarang sudut pandang negatif ikut mewarnai karena kamu meremehkan dan merasa berkuasa atas tingkatan yang Kamu miliki.

Tanpa Kamu sadari, caramu menghakimi seseorang adalah cerminan dirimu yang bisa dilihat orang lain. Ketika Kamu menganggap orang lain buruk, bisa saja dirimu lebih buruk. Ketika Kamu berusaha menjatuhkan orang lain, justru disaat bersamaan bisa saja Kamu sedang menjatuhkan dirimu.

Berpikir positif bukan hal yang sulit, tapi Kamu lebih mementingkan egomu, ingin merasa diri lebih baik tapi dengan cara menjatuhkan orang lain. Padahal yang Kamu lihat terkadang hanya tampilan luar.

Mulailah untuk saling memahami, karena kita hidup saling melengkapi. Bagaimana Kamu bisa mengurangi kebiasaan menghakimi orang lain? Coba renungi hal berikut:

Introspeksi Dirimu Sejenak

Sebelum Kamu menghakimi orang lain, cobalah merenung sejenak. Apakah Kamu sudah lebih baik dari orang yang Kamu hakimi? atau justru yang kamu lakukan adalah menginjak-injak harga dirimu secara tidak langsung?

Kita sesama manusia, saling memiliki prasangka. Tapi cobalah untuk mengurus dirimu terlebih dahulu, manfaatkan waktumu untuk berbenah diri bukan untuk saling menghakimi. Kamu punya kekurangan, begitupun dia. Jadi cobalah untuk saling menutupi dan saling bersinergi mengubah kekurangan menjadi sebuah keunggulan.

Jangan Menilai Dari Luar

Hidup di era serba digital tak selalu menguntungkan, Kamu dengan mudahnya mengambil kesimpulan hanya dari unggahan. Belum sempat untuk berpikir jernih, Kamu memilih untuk meninggalkan komentar yang berisi hinaan dan makian. Menghakimi orang lain dari sudut pandang pribadi yang sifatnya objektif justru dapat melukai perasaan orang lain.

Falsafah Jawa juga mengajarkan “Tan ngendhak gunaning janma” yang isi utamanya adalah manusia dituntut untuk saling menghormati, tidak saling merendahkan, dan menghargai atas dasar kemanusiaan agar terwujud dunia yang selaras serta harmonis.

Penutup

Tak ada salahnya Kamu menghakimi orang lain jika dirimu sudah benar, tapi gunakanlah etika bukan hanya emosi belaka. Jangan lupa baca artikel sebelumnya tentang Nikmat Saling Menghargai Pendapat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya. ADIOS!!!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *